Postingan

Parametamor

  Parametamor Indah Puspitasari   “We are all butterflies. Earth is our chrysalis.” – LeeAnn Taylor Kupu-kupu. Salah satu hewan indah yang memanjakan mata siapa pun yang memandangnya. Pernahkah kalian mendengar kisah tentang metamorfosis kupu-kupu yang dibantu seorang anak? Jika belum, akan kucoba ceritakan sedikit. Suatu hari, ada seorang anak yang sedang memperhatikan kepompong di taman. Ternyata di dalam kepompong itu ada seekor kupu-kupu yang sedang berjuang melepaskan diri. Anak itu merasa kasihan karena perjuangan kupu-kupu terlihat begitu sulit. Kemudian karena ingin membantunya, si anak itu akhirnya mengambil gunting dan membantu merobek dinding kepompong agar kupu-kupu bisa segera keluar dari sana. Lalu apa yang terjadi? Kupu-kupu memang keluar dari sana, namun tidak dapat terbang, hanya dapat merayap. Mengapa bisa begitu? Hal itu terjadi karena seharusnya dalam proses pelepasan diri dari kepompong itu, saat kupu-kupu mengerahkan seluruh tenaga yang ia mili...

Kepiting yang Nyaring

Gambar
“Kayaknya lu punya crab mentality deh, Beb. Nggak baik, hei...” Aku menengok ke belakang untuk mendengar asal muasal kalimat tersebut. Ternyata kata-kata itu dilontarkan oleh seorang wanita kepada temannya yang sedang tertunduk lemas. Tak lama, mereka pun berlalu melewatiku. Kulihat paras mereka. Keduanya cantik, berambut panjang terawat, tinggi semampai, ditambah high heels , blouse dan rok khas perkantoran Jakarta. Menarik. Bukan paras kedua wanita itu maksudku yang menarik. Yang membuatku teralih adalah hal yang sedang mereka bicarakan. Crab mentality . Istilah ini tidak sering kudengar. Namun beberapa tahun lalu, seseorang pernah menjelaskannya kepadaku. Dalam bahasa Indonesia, crab mentality bisa diartikan sebagai mentalitas kepiting, atau lebih spesifik lagi: mentalitas kepiting di dalam ember. Istilah ini diambil dari sebuah fenomena saat beberapa ekor kepiting diletakkan bersama di dalam ember atau baskom. Apa yang akan terjadi jika ada kepiting yang berusaha keluar?...

Tidak Kembali

Gambar
“Anda dapat memutar mundur jam, namun Anda tidak dapat mengulangi waktu yang telah terlewatkan.” – Bonnie Prudden Iya. Mau berusaha sekeras apapun, kita tak akan bisa punya 25 jam dalam sehari. Mungkin orang kaya bisa membeli jam yang lebih bagus dan lebih banyak, tapi tetap tidak bisa membeli waktu yang lebih banyak. Ilmuwan pun tak akan bisa menciptakan menit-menit baru. Kita juga tidak bisa menabung waktu di hari ini untuk dipakai di hari lain. Semua orang punya hak yang sama atas waktu. Semuanya punya jumlah jam dan menit yang sama dalam sehari. Yang membedakannya adalah bagaimana kita menggunakannya. Pernahkah kamu menyesal menggunakan waktumu?   Jika ditanya pertanyaan itu, ada banyak hal yang terlintas di benakku. Aku dan segala overthinking ku sering kali menyesali hal yang telah terlewati. Terkadang aku merasa melakukan sesuatu dengan kurang sempurna. Misalnya, ketika selesai melakukan presentasi, atau ketika menyelesaikan suatu tugas, saat melihat lagi ke belakan...